5 Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar untuk Pemula

Thursday, February 6, 2020 : 15:55
5 Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar untuk Pemula
5 Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar untuk Pemula

Membuat puisi yang baik dan benar memang menjadi tantangan tersendiri untuk seorang pemula ya. Tapi bukan berarti kamu nggak akan bisa menulis yang indah seperti para pujangga yang sudah tenar di tanah air bahkan mancanegara.

Pada dasarnya 5 cara membuat puisi yang baik dan benar untuk pemula berikut ini bisa langsung kamu terapkan kok setelah selesai membaca tulisan ini.

Aku salah satu penikmat karya sastra satu ini, dan sampai detik ini aku juga masih belajar untuk bisa membuat karya seapik para senior yang buku-bukunya masuk dalam sederet buku selesai dibaca di 2019 lalu.

Jadi langsung aja deh, cekidot...

1.    Judul Puisi


Membuat judul puisi adalah hal yang paling sulit menurut aku. Aku lebih sering membuat judul puisi setelah isi puisinya jadi. Sah-sah aja kok, nggak masalah.

Tapi, ada banyak orang juga yang bisa merangkai kata untuk isi puisi, dari mengembangkan judul yang sudah lebih dulu dia buat. Sah juga kok pakai cara ini.

Pada dasarnya, judul jadi salah satu daya tarik seseorang untuk membaca puisi kita. Ketika puisi kita unik, menarik, atau indah dan berkesan, pembaca cenderung penasaran dengan puisi yang kita tulis.
Kalau judulnya aja udah nggak menarik, gimana orang mau baca?

Tips membuat judul puisi

Coba nyeleneh sedikit nggak masalah kok, coba padu padankan antara nama benda mati dengan kata kerja atau kata tempat. Atau dengan membuat kalimat yang ambigu atau justru menggunakan kata-kata keseharian.

Misalnya judul puisi dari WS Rendra ini:
-    Doa Seorang Serdadu Sebelum Perang
-    Aku Tulis Pamplet Ini
-    Tuhan Aku Cinta PadaMu

Atau kita ambil contoh dari puisi-puisi karya eyang Sapardi Djoko Damono berikut ini:
-    Aku Ingin
-    Pada Suatu Hari Nanti
-    Menjenguk Wajah di Kolam

Gimana, menarik kan? Kalau aku sih jujur jadi penasaran untuk membaca isi puisinya.

2.    Menentukan Diksi

Diksi alias pemilihan kata inilah yang jadi membuat puisi itu menarik dan unik. Setiap penulis punya kecendrungan sendiri dalam menentukan diksi.

Ada penulis yang sengaja memakai kata-kata sederhana yang mudah dipahami pembaca, seperti contohnya puisi Anya Rompas dengan judul Yang Tak Pernah Ketemu.

Atau ada juga penulis yang menggunakan kata-kata indah dan jarang dipakai di keseharian, seperti puisi-puisinya Sapardi Djoko Damono ini.

Tips Menentukan Diksi

Bebas kamu mau diksi yang seperti apa. Nah berikut ini ada beberapa kata indah yang bisa kamu jadikan sebagai bahan menulis puisi. Coba deh, langsung dieksekusi jadiin puisi yang indah versi kamu.

-    Gorilya [kb] : pencuri; maling; pencoleng
-    Halai-balai [ks] : kusut; tidak karuan; terlantar
-    Panasea [kb] : obat bagi semua penyakit atau kesulitan
-    Pancarona [kb] : beragam warna, pancawarna
-    Sepai [kk] : pecah menjadi kecil dan terserak ke mana-mana
-    Taklif [kk] : menyerahkan beban (tugas, kewajiban) yang sangat berat
-    Rundung [kk] : mengganggu terus-menerus, mengusik, menimpa
-    Mala : sengsara
-    Terdayuh : sedih
-    Nabastala : langit
-    Kalbu : hati
-    Gata : telah pergi
-    Harsa : bahagia/ gembira
-    Anindita : sempurna
-    Atma : jiwa
-    Dahayu : cantik; molek; elok
-    Dayita : kekasih

Nah banyak kan, jadi nambah pembendaharaan kata. Setuju?

3.    Menggunakan Rima

Lanjut ke cara yang ketiga, yaitu menggunakan rima. Eh, bukan Rima temen sekolah kamu loh ya! Ehehe...

Sebenarnya menggunakan rima dalam puisi nggak wajib sih. Memang sih di puisi lama rima masih jadi syarat dalam penulisannya. Tapi di puisi baru penulis lebih bebas karena nggak terikat oleh rima.
Rima itu pengulangan bunyi yang berselang, ada di dalam larik sajak atau pada akhir larik sajak yang berdekatan. Contohnya: sayur-mayur; silang-tilang; lagu-lugu; pantai-santai, dan lain-lain.

4.    Menggunakan Gaya Bahasa

Bebas sih mau pakai gaya bahasa atau nggak, tapi puisi yang penuh dengan gaya bahasa jadi lebih syahdu dan indah sih (menurut aku) hehe...

Gaya bahasa itu itu loh... seperti personifikasi, metafora, asosiasi, simile, dan masih banyak lagi. Jadi flashback pelajaran bahasa Indonesia jaman sekolah ya. Hehe...

Contohnya nih seperti:

Angin malam bernyanyi merdu mencoba menghiburku
Senyumnya hangat seperti sinar mentari
Rindu ini berkeliaran seperti anak ayam kehilangan induknya

5.    Pesan Tersampaikan

Biasanya setiap penulis yang membuat puisi, dia menyelipkan sebuah pesan yang ingin disampaikan ke pembaca. Nah kamu juga bisa menentukan terlebih dahulu pesan apa yang ingin disampaikan dan dikemas dalam sebuah puisi.

Seperti contohnya puisi Sapardi Djoko Damono yang judulnya Aku Ingin. Yang berbunyi seperti ini...

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

Uh so sweet banget!

Dari puisi di atas, ada pesan yang tersirat. Dimana si penulis yang menjelma menjadi ‘aku’ di situ, intinya mau bilang kalau dia itu cinta sama seseorang dengan ke-apa adaanya-dia, cinta dia tulus dan bukan omong kosong belaka, tapi dibuktikannya dengan tindakan.

Nah, jadi sebenarnya menulis puisi itu mudah kan? Lah wong caranya cuma 5 langkah di atas kan gak banyak? Hehe...

Saranku sih, kalau kamu pengen belajar menulis puisi. Berawal dari menulis aja ide apa yang ada di kepala. Tulis senatural mungkin, ungkapkan isi hati kamu. Nggak usah dulu pusing dengan personifikasi, metafora, atau metamorfosis segala. Hehe...

Karena, katanya sih menulis puisi jadi obat stres loh!

Banyak-banyak membaca karya orang lain sebagai referensi dan pembelajaran. Sip? Yuk coba 5 cara membuat puisi yang baik dan benar untuk pemula di atas yuk, yuk!
Share this Article

Saat ini 0 Comments :