Kelebihan dan Kekurangan Jadi Freelancer | Yakin Gak Kangen Ngantor?

Monday, February 3, 2020 : 20:43

Kelebihan dan Kekurangan Jadi Freelancer | Yakin Gak Kangen Ngantor?
Kelebihan dan Kekurangan Jadi Freelancer

Kadang orang pasti kepo, memangnya apa sih kelebihan dan kekurangan jadi freelancer? Well, apakah para freelancer itu yakin gak kangen ngantor? Here is curhatan pribadi... xixixi

Kerja sejak tahun 2016 di beberapa perusahaan berbeda membuat aku tahu gimana sih tekanan dari bos, dan sinis-sinisan sama senior, serta nikmatnya dapat gaji bulanan.

Tapi, qodarullah ya... setelah kerikil-kerikil kehidupan yang aku rasain, saat ini tepatnya sejak pertengahan Agustus 2019 lalu aku banting stir, resign dari kerja kantoran dan mencoba suatu pekerjaan yang baru banget buat aku. Yap, jadi freelancer. Tepatnya jadi Freelance Content Writer, karena basic aku memang di menulis.

Kelebihan Jadi Freelancer

Gak dipungkiri, setiap pekerjaan pastinya punya kelebihannya masing-masing, termasuk jadi freelancer, apapun itu jenisnya. Misal, Writer, Designer, Programmer, Web Developer, dan lain-lain.

Dan inilah sederet kelebihan jadi freelancer menurutku baik yang sudah dan sedang kurasakan.

1. Waktu Kerja Fleksibel

Pasti lah para freelancer setuju dengan poin pertama ini, dan kebanyakan orang juga akan berpikir demikian. "Wah enak ya jadi freelancer tuh, jam kerjanya diatur sendiri." Netijen said.

Well, memang benar pemirsah. Kita bisa mengerjakan deadline di jam-jam ketika otak lagi fresh-freshnya. Semisal buat aku, nulis setelah subuh itu bisa lebih ngebut karena otak masih fresh. Dan otak juga fresh ketika nulis pas malam hari, atau menjelang tidur.

Dengan waktu kerja yang fleksibel, alias gak kenal weekday dan weekend, kita bisa berkegiatan di luar, pada hari dan jam yang orang kantoran gak bisa ngelakuin. Semisal, pas minggu lalu aku ikutan lomba di hari Selasa. Coba deh, kalau aku ngantor, pasti aku cuma gigit jari aja sebel karna pengin ikut tapi waktunya yang gak memungkinkan.

Atau, lebih seringnya sih aku bisa meet up sama teman yang juga punya jam kerja fleksibel. Sekadar nongkrong di restoran siap saji aja udah senang!

Kelebihan dan Kekurangan Jadi Freelancer | Yakin Gak Kangen Ngantor?
Kelebihan dan Kekurangan Jadi Freelancer

2. Lebih Sedikit Tekanan

Bagi pekerja kantoran, apalagi yang punya bos agak killer, mampu kerja di bawah tekanan harus jadi salah satu soft skill yang dimiliki. Mau memberontak, tapi dia bos kita dan dia yang gaji kita... Mau manut aja tapi kok ya menyedihkan. Hehehe...

Sebenarnya, jadi freelancer itu juga ada tekanannya. Apalagi kalau udah ketemu klien yang gemesin, selain kesukaannya revisi, klien yang gemesin juga punya segudang keinginan yang kadang sulit dipenuhi. Mungkin dia pikir kita lampu aladin apa?

Tapi, menurutku tekanan jadi freelancer lebih sedikit dibanding jadi karyawan. Karena hubungannya adalah 'mitra' jadi tekanannya lebih halus. Hhaha apasii..

3. Bebas Pakai Daster

Apalagi kalau buibuk neh yang jadi freelancer, ngetik depan laptop bisa sambil pake daster robek sana-sini tuh nikmat banget rasanya! Haha...

Tapi aku belum jadi buibuk ya. Tapi aku suka kerja sambil pakai daster atau baju tidur. Bebas rasanya! Dan gak usah pakai dandan menor dulu. Lah siapa sih yang mau liat juga kalau kerjanya di rumah? Tapi ya kecuali kalau pas kerja di tempat luar nah baru gupek cari lipstik. Hehe...

4. Kerja di Beberapa Perusahaan

Ini dia yang paling seru menuruku jadi freelancer. Selain nambah portofolio, jadi freelancer bisa kerja di beberapa perusahaan sekaligus dalam satu waktu maupun beda waktu.

Jadi freelancer bisa memungkinkan kita 'nyicipin' kerja di perusahaan kecil, menengah, sampai perusahaan besar baik itu di Indonesia, maupun luar negeri. Tapi so far sih aku ambil job dalam negeri aja. Yah, aku cukup tau diri lah dengan kemampuan bahasa Inggrisku. Hehe...

Dengan kerja di beberapa perusahaan, artinya kita akan menghadapi klien yang berbeda-beda, beda sifat dan karakter, beda kebiasaan, beda sistem kerja, dan lain-lain. Jadi harus pintar adaptasi ngadepin orang.

Tapi dari sederet kelebihan jadi freelancer, pastinya ada kekurangan yang membuntuti. Apa ajakah itu? Ini dia menurutku...

Kekurangan Jadi Freelancer

1. Kerja Lebih Lama

Ketika normalnya karyawan kerja selama 8 jam dalam sehari, freelancer mana kenal aturan itu? Bahkan bisa aja kerja selama 12 jam bahkan lebih. Kalau dipikir-pikir, inilah istilah lembur yang tapi tak dibayar. Haha...
Waktu kerja yang fleksibel ternyata bisa jadi boomerang buat freelancer, jam tidur bisa terganggu, siangnya jadi malam, malamnya jadi siang. Huft. Apalagi kalau weekend juga kerja, itu kan gak normal?

Solusi : Bijak dalam mengatur waktu. Sebenarnya sisi idealisnya aku adalah 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk ibadah, dan 8 jam untuk istirahat. Yah, meskipun pada kenyataannya gak seperti itu. Tapi, aku selalu berusaha untuk bijak dalam menggunakan waktu, dan memberi waktu tubuh dan otakku untuk istirahat.

2. Gak Ada Jaminan Kesehatan

Ini nih yang harus modal sendiri, karena bukan karyawan kantoran jadi gak ada jaminan kesehatan dari perusahaan. Artinya dua hal yang harus kita upayakan sendiri. Pertama, berdoa dan menjaga diri supaya gak sakit. Kedua, ya kalau sakit modal sendiri berobat.

3. Ditipu Klien

Hai, para freelancer... Pernah mengalami hal ini? Kalau aku sih alhamdulillah gak pernah, dan jangan sampai terjadi. Tapi, memang ini salah satu resiko jadi freelancer. Jadi haruslah kita berhati-hati. Baiknya, cek dulu yang jelas siapa klien kita itu, apalagi kalau hanya berkomunikasi via chat.

Solusi : Ditipu itu sama aja dirugikan. Apalagi nahasnya kalau kita udah kirim hasil kerjaan, dan klien tau-tau kabur gitu aja tanpa bayar sepeserpun. Solusinya, mintalah DP atau uang muka 50% di awal. Dan, jangan dulu kirim hasil kerjaan yang asli sebelum dia melunasi.

Misal, kalau hasil kerja artikel dalam bentuk doc, kirimlah yang ada watermarknya dalam bentuk pdf. Ini juga bisa berlaku untuk designer, kita juga bisa kirim hasil gambar dengan resolusi rendah. Yah, pintar-pintar kita menyiasatinya, supaya fair dong... Ada uang ada hasil kerjaan.

4. Sepi Job

Fakta banget nih, freelancer itu mirip pedagang. Ada masanya ramai, ada masanya sepi pembeli. Kadang kita kebanjiran project, tapi ada masa sulit banget dapet klien.

Tapi ingat aja sih, rejeki udah ada yang ngatur. Jadi, jangan sedih kalau pas sepi job. Pokoknya, ketika dapat project baru, berikan hasil maksimal, dan jalinlah hubungan yang baik dengan klien. Siapa tau kan dia bakal repeat order. Hehe...

Inilah yang aku rasain, gak sedikit klien lama yang menghubungi lagi untuk jalin kerjasama kembali. Alhamdulillah....

Yakin Gak Kangen Ngantor?

Kangen!!!! Tapi lebih kangen doi...!!! Eheheheh... #becanda

Iya, jujur aku kangen ngantor. Bukan hanya soal pekerjaannya, kalau ngantor kan kita ketemu dengan teman-teman. Itu sih yang beda banget dari dua profesi ini.

Tapi jujur, aku termasuk orang yang lebih gapah ngadepin benda mati ketimbang manusia. Haha... jadi sebenarnya pekerjaan jadi freelancer yang cuma beduaan sama laptop bikin aku nyaman. Tapi, memang ada kalanya ketika sisi ekstrovert mendadak memberontak, butuh ketemu orang meski hanya sekadar ngobrol ataupun bekerjasama seperti tim.

Well, gitu deh kelebihan dan kekurangan jadi freelancer menurut aku pribadi. Suka dan duka pasti ada, gak peduli jenis pekerjaan apa itu. Kuncinya adalah bersyukur dengan pekerjaan yang kita jalani saat ini. See you!




Share this Article

10 comments:

  1. Pernah denger sebuah nasehat, bos yang kamu benci setengah mati adalah sosok yang harus kamu tiru saat nanti kamu jadi bos buat dirimu sendiri.

    Ini berlaku juga buat mbak Putri nggak?

    Karena kalau saya ngaca, misal saya nggak punya bos killer yang ngasih kerjaan hari ini deadline-nya kemarin...mungkin saya bakalan woles aja kalo kerja, nunda-nunda seolah Belanda masih jauh.

    Mungkin itu nanti yang bakal jadi tantangan saya ketika terjun ke dunia freelance.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mas Prima. Tanpa sadar, aku seperti mencontoh kebiasaan2 bos yg pernah nerapin cara kerja itu ke aku.

      Apalagi aku sempet punya tim kelola sosial media, jadi aku ngerasa seperti saat ini aku berada di posisi bos aku dulu. Haha.. roda kehidupan berputar ya

      Delete
  2. Setujuuu nih, kadang emang kita butuh teman kerja hanya sekedar julidin orang, ehh salah, buat bertukar pikiran dong tentunya. Bekerja dengan tim, under pressure, dan suasana lainnya itu memang selalu dirindukan, hihihih.

    Jadi freelancer emang kudu modalin diri sendiri soal kesehatan hihihih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak bener banget. Plus minus ya semua kerjaan itu. Gak ada yg paling unggul, karna masing2 ada suka dukanya.

      Delete
  3. Saya nggak pernah kerja terus dikasih jaminan kesehatan sih, dulu tetep dibayarin kantor tanpa melalui jaminan kesehatan hahaha.

    Etapi, saya kangen kerja kantoran, sungguh kangen, tapi nggak tega ninggalin anak yang nempel kayak perangko ama saya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba mending qtime sama anak aja dulu ya.. kita yg harus ngalah memendam keinginan untuk berkarir di luar.

      Tapi, kalau nanti anak2 sudah besar apa kepikiran untuk kerja kantoran lagi mba? Hehe

      Delete
  4. Aduh, Mba, setuju banget sama poin #4 soal sepi job, apalagi pas pertama kali nyobain jadi freelancer :( Memang yang namanya usaha itu nggak pernah mengkhianati hasil. Sama seperti Mba, aku juga selalu usahain yang terbaik biar klien puas dan repeat order. Pokoknya kerja keras terus, deh! (Oh ya, salam kenal dari pembaca baru ^^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba. Saat ini freelancer itu banyak banget, dengan portofolio mereka yg bagus2. Bisa kalah saing, dengan memberikan pelayanan yg baik ini lah kita bisa jadi bahan pertimbangan untuk dipilih klien. Salam kenal juga mba :)

      Delete
  5. Setiap pekerjaan pasti ada suka dan dukanya. Jadi ingat dulu pas masih kerja di pabrik dan sering banget dapat tekanan. Btw, salam kenal ya, kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, mau kerja apa aja pasti ada enak dan gak enaknya. Salam kenal juga ya :)

      Delete

Terimakasih ya sudah berkunjung dan membaca artikel di blog ini. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui, SPAM dan link hidup otomatis dihapus.