Smart City Bandar Lampung Hartarto Lojaya Gagasan Menarik

Monday, February 17, 2020 : 16:33
Smart City Bandar Lampung Hartarto Lojaya Gagasan Menarik
Ilustrasi Smart City Bandar Lampung Hartarto Lojaya Gagasan Menarik

Pada penghujung tahun lalu akhirnya aku kembali lagi ke kota tercinta Bandar Lampung, setelah sebelumnya merantau sekitar 2 tahun di Kota Tangerang.

Sepanjang jalan di Kota Tangerang banyak papan reklame yang terpampang bertuliskan Smart City.
Ternyata kota ini sudah menerapkan konsep ‘kota cerdas’ dengan aplikasi Tangerang LIVE yang jadi kebanggaannya.

Eh, beberapa hari lalu sempat ada teman yang singgung soal Smart City Bandar Lampung cetusan Hartarto Lojaya.

Wah menarik nih, mengingat Kota Tangerang yang sukses dengan Smart City-nya, pasti Bandar Lampung juga bakal keren kalau sampai menerapkan sistem ini juga.

Honestly, aku baru tau sih kalau mantan Anggota DPRD Provinsi Lampung itu punya gagasan yang menurutku visioner.

Soalnya di era digital seperti sekarang pasti kita bakal ketinggalan kalau nggak memanfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk kehidupan.

Bayangin aja sekarang apa apa nih nggak bisa lepas dari teknologi, termasuk dalam memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Flashback nih ya, selama di kota perantauan sahabat paling dekat dan selalu ada dalam semua kondisiku adalah handphone.

Karena hanya dengan modal handphone aku bisa ngapain aja, misalnya pergi ke kantor, pulang ke kosan, pesan makan, bayar belanjaan di minimarket, dan lain lain.

Bahkan, aku juga pernah bikin passport cuma lewat handphone. Artinya kan teknologi ini benar benar membantu kehidupan masyarakat.

Karena menurutku ini adalah pembahasan yang menarik, aku auto googling dong soal konsep Smart City Bandar Lampung cetusan Hartarto Lojaya ini.

Ini Menariknya Smart City Bandar Lampung Hartarto Lojaya

Ternyata Smart City Bandar Lampung yang sempat menggaung beberapa tahun lalu ini punya enam elemen terkait kota cerdas. Seperti berikut ini nih :

Pemerintahan Cerdas (Smart Governance)

Smart Governance alias pemerintahan cerdas ini jadi elemen pertama dari konsep Smart City.
Maksudnya, pengaplikasian konsep tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Kalau di bayangan aku sih, dengan menerapkan konsep Smart City, Bandar Lampung akan jadi kota yang memiliki pejabat publik yang benar benar loyal untuk melayani masyarakat, dan jauh dari praktik korupsi dalam proses penerimaannya.

Untuk bisa mewujudkannya perlu ada keterlibatan masyarakat sipil termasuk para profesional dan juga akademisi dalam menyeleksi para pejabat publik tersebut.

Mulai dari tingkat bawah seperti lurah bahkan sampai kepala dinas dan jabatan lainnya. Yah, sebutan populernya saat ini tuh 'lelang jabatan'.

Jadi dengan melibatkan para profesional dan juga akademisi, para calon pejabat publik bisa melewati fit and proper test terlebih dahulu dengan benar sehingga yang terpilih adalah orang orang yang terbaik.

Bukan mereka yang karena punya kenalan orang dalam, atau adanya transaksi ekonomi dan politik.

Hal ini akan berdampak luas, termasuk sampai dapat meminimalisir adanya korupsi dari anggaran yang sering terjadi di beberapa SKPD di kota ini.

Trus lagi, kalau dari yang aku tangkap konsep Smart City cetusan Hartarto Lojaya ini.

Smart Governance artinya masyarakat dan Ombudsman bisa langsung turut andil dalam pengawasan serta evaluasi terhadap kinerja birokrasi.

Coba aja ada aplikasi khusus yang bisa dipakai semua masyarakat untuk menilai kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Jadi, PNS yang memang kinerjanya bagus, yang nanti diliat dari hasil evaluasi berbasis IT, dia akan dapat reward.

Nah, bagi PNS yang hasil penilaiannya rendah dan ada track record kinerjanya yang buruk bahkan sampai merugikan masyarakat, harus ada sanksi buat PNS tersebut.

Kalau gini kan jadi fair, ya kan?

Masyarakat Cerdas (Smart People)

Elemen yang kedua ini erat kaitannya dengan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Memang sih sekarang ini sudah ada layanan pendidikan dan pengobatan gratis.

Tapi, jangan sampai sementang gratis, jadi harus mengorbankan para guru dan tenaga medis dengan nominal insentifnya yang miris.

Mestinya pemerintah fokus ke layanannya yang baik, jangan yang asal gratis aja!

Nggak cuma itu, pemerintah juga harus memberikan insentif untuk tenaga medis yang punya prestasi dan berhasil melaksanakan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan.

Intinya, semua berjalan seiringan antara pengobatan gratis, layanan kesehatan yang baik, serta kesejahteraan hidup para tenaga medis.

Sementara soal pendidikan, pemerintah harus dukung penuh nih, baik pemerintah pusat maupun daerah.

Jadi, sama seperti hal layanan kesehatan. Layanan pendidikan gratis baik untuk SD, SMP dan SMA juga harus dibarengi dengan fasilitas yang diberikan pemerintah untuk para tenaga pendidiknya.

Cobalah supaya khususnya di Bandar Lampung ini anak anak bangsa bisa cerdas, harus diajar oleh pendidik yang juga punya kualitas yang baik.

Dalam kasus ini, pemerintah bisa memberikan beasiswa ke jenjang lebih tinggi untuk guru gurunya.

Misal, untuk guru yang baru mendapatkan title sarjana, diberi beasiswa supaya bisa lanjut ke jenjang magister di kampus kampus terbaik di Indonesia.

Jadi kan, dengan kualitas guru yang baik akan menghasilkan murid murid yang baik juga, bahkan bisa melebihi gurunya.

Ekonomi Cerdas (Smart Economy)

Tau nggak sih, Bandar Lampung ini punya potensi yang luar biasa loh. Bayangin deh kalau bisa dikembangkan, pasti masyarakatnya juga akan ikut sejahtera.

Bandar Lampung lokasinya strategis, kota tapis berseri ini sebagai pintu masuk pulau Sumatera.

Nah, dari fakta geografis ini aja bisa kita bayangin keuntungan besar yang bisa kita peroleh dengan memanfaatkan potensi perdagangan, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Kalau aja pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi, misal pemerintah fokus menyediakan fasilitas umum yang mencakup perbaikan dan pengembangan atau revitalisasi pasar tradisional.

Sementara masyarakat bisa memaksimalkan potensinya untuk menjual ikan, sayur, buah, serta sandang dan papan.

Nah, kemudian pemerintah bisa melakukan pembinaan dan mempromosikan pasar tradisional tersebut, serta memberi kemudahan para investor untuk menanamkan modalnya.

Lampung kan juga terkenal wisata alamnya, sektor ini juga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Kalau kata Hartarto Lojaya sih dia berharap wisata kota Bandar Lampung akan maju dengan visi konsep wisata "Tepi Pantai", karena Bandar Lampung yang dikelilingi pulau pulau kecil dengan pantai pantai yang indah bisa diberdayakan untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakatnya.

Dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki Bandar Lampung, juga akan ada banyak lapangan kerja yang terbuka untuk meminimalisir pengangguran dan pengentasan kemiskinan.

Baik itu di bidang ekonomi kreatif dan bidang lainnya.

Seperti home industry dan pedagang kecil yang dibantu Bank Pasar dalam merealisasikan usahanya, kan bisa memberdayakan ibu ibu untuk memproduksi makanan dan sovenir yang bisa dijajakan ke para pelancong.

Makin gemes ya, coba kalau konsep ini berjalan dengan baik. Efeknya bisa mengubah karakter masyarakat supaya punya jiwa entrepreuner.

Lapangan kerja makin banyak, pengangguran semakin berkurang.

Masyarakatnya jadi bisa hidup sejahtera. Inilah yang disebut keseimbangan dalam kehidupan ekonomi.

Smart City Bandar Lampung Hartarto Lojaya Gagasan Menarik
Hartarto Lojaya dan Gagasan Smart City Bandar Lampung
  
Kehidupan Cerdas (Smart Living)

Kota Cerdas bukan hanya nampak indah di luar dengan gedung gedung tinggi, dan penampakannya yang keren.

Lebih dari itu, konsep ini juga akan berdampak pada kehidupan masyarakatnya.

Dengan terpenuhinya semua elemen di atas, maka akan muncul sebuah kota yang nyaman, aman, dan berkelanjutan untuk dihuni.

Dimana masyarakat di dalam kota ini lebih toleran dalam perbedaan suku, agama, dan warna kulit.

Kota ini juga akan menjadi kota yang indah dan ramah anak anak, dimana nantinya akan banyak taman kota yang nyaman untuk mereka bermain.

Nggak hanya untuk bermain, diharapkan nggak ada lagi kasus anak putus sekolah, karena dengan konsep 'kota cerdas' maka akan ada solusi untuk para orangtua bekerja mencari nafkah guna membiayai anak anaknya sekolah.

Bahkan nggak cuma untuk anak anak, tapi diharapkan Bandar Lampung akan jadi kota yang nyaman dan tentram menikmati masa tua untuk orang lanjut usia.

Mobilitas Cerdas (Smart Mobility)

Secara orang awam, ketika mendengar kata 'kota cerdas' yang langsung terlintas dalam benak aku adalah kemudahan dalam mengakses moda transportasi.

Yah, kita liat aja deh Jakarta yang sudah lebih dulu maju dengan konsep Smart City. Mau kemana mana mudah kan, ada LRT, Busway, Commuter Line, sampai sekarang juga sudah ada MRT.

Sementara coba deh di Bandar Lampung, kita masih mengandalkan transportasi umum Angkot alias Angkutan Kota, yang sopirnya suka ugal ugalan.

Ada juga bus kota dengan armadanya yang miris kondisi fisiknya. Bukannya nyaman sepanjang perjalanan, kita malah was was takut kenapa kenapa di jalan.

Dari kenyataan ini, pemerintah bisa sih harusnya memberikan pembinaan dan pelatihan untuk para sopir transportasi umum supaya lebih baik dan profesional dalam pelayanan dan ketertiban.

Trus lagi, mestinya ada pilihan bagi masyarakat yang ingin berjalan kaki atau bersepeda. Pemerintah bisa membuat jalur khusus untuk keduanya ini.

Selain bikin lebih sehat, jalan dan naik sepeda kan juga jadi ramah lingkungan.

Pagi pagi bersepeda bisa sambil hirup udara segar dan melihat pemandangan kota yang indah.

Diharapkan juga pemerintah membentuk Bandar Lampung Centre untuk tempat pelayanan dan pengaduan masyarakat 24 jam, jadi akan tercipta rasa memiliki di Kota Bandar Lampung.

Lingkungan Cerdas (Smart Environment)

The last but not least... Hartarto Lojaya said Kota Bandar Lampung juga harus menyediakan lingkungan yang nyaman dan aman untuk masyarakatnya.

Misalnya dengan menyediakan taman kota yang lengkap ada taman bermain dan sarana toilet umum dan lingkungan yang bersih dari sampah.

Ditambah fasilitas olahraga yang memadai, dengan melibatkan pihak swasta.

Kalau aku pikir pikir iya juga sih, sebagai anak muda Kota Bandar Lampung nih, aku ngerasa pemerintah masih belum maksimal dalam memfasilitasi dengan baik kebutuhan anak muda terkait sarana olahraga dan penunjang kreatifitas kita.

Jadi diharapkan Bandar Lampung jangan jadi kota yang hanya sumpek karena polusi, penuh dengan gedung dan ruko tanpa diimbangi taman kota.

Pemerintah bisa merealisikan visi ini dengan menggandeng pihak swasta. Demi kesehatan dan kenyamanan masyarakatnya.

Ditambah dengan program bedah kampung untuk penambahan kawasan hijau dan fasilitas kebersihan di setiap kelurahan, plus perbaikan sistem aliran sungai yang mengalir di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

Dari semua ulasan yang aku baca itu, Smart City Bandar Lampung cetusan Hartarto Lojaya nggak hanya menarik dibahas tapi juga menarik untuk diterapkan di kota kita tercinta ini.

Gimana menurutmu, gaes?
Share this Article

8 comments:

  1. Bang Irul2/17/2020

    Gagasan ini sebenarnya kalau direalisasikan pasti akan keren. Apalagi ada ketelibatan swasta dan pemerintah, demikian juga warga sipil dan akademisi termasuk stakeholder lainnya.

    Apalagi era saat ini revolusi 4.0 juga harus dihadapi

    ReplyDelete
  2. Baru tau saya kalo pak Hartarto ini pernah menggagas konsep smart city.

    Boleh juga nih kalau diterapin di bandar lampung. Yang paling seru, kalau kita bisa kasih rating buat pejabat publik. Haha udah kayak abang ojol aja dikasih rating��

    ReplyDelete
  3. Keren ini kalo smart city beneran mau direalisasikan. Mengingat saat ini udah serba zaman teknologi canggih, akan lebih memudahkan masyrakat dan elemen pemerintahan untuk saling berinteraksi dan saling bertukar ide gagasan. Mudah-mudahan bisa diterapkan dan sukses !

    ReplyDelete
  4. Kalo sampe nih bandar lampung nerapin konsep smart city, gua jadi punya tempat nongkrong kreatif sama temen2. Pagi2 bisa naik sepeda tanpa takut polusi, trus soal kesehatan jadi aman karna gak cuma gratis, tapi bakal dapet pelayanan yg bagus. Semoga aja aamiin.

    ReplyDelete
  5. Aaminn...tertarik tuh sama mobilitas smart. Kayanya kita udah gak punya lagi mode transportasi masal deh di Lampung.

    Apa lagi angkot dah gak da. Gojek lama lama gak ngebatu karena yah namanya perusahaan orientasi nya pasti nyari profit. Cba klo da transportasi macam busway yg benr2 di jalanin dengan smart.
    Yah moga aja klo om hartato lojaya nyalon jdi walikota bisa kewujud kota yg smart.

    ReplyDelete
  6. Iya juga ya bagus nih kalo bandar lampung jadi smart city. Bisa maju kayak kota2 lainnya di Indonesia yg udah nerapin duluan.

    Semoga aja konsep smart city ini bener2 bakal diterapin di kota kita.

    ReplyDelete
  7. Sebagai seorang enterpreuneur , ciee ciee cieee.... ( Halu tingkat dewa 🤣) aku berharap banget konsep smart city ini bener bener bisa terealisasi .
    Supaya beneran bisa jadi enterpreuneur 😊

    ReplyDelete
  8. Arahap Betran2/18/2020

    Sebagai seorang penulis, saya mencermati tentang konsep kota layak untuk anak muda berinspirasi dan berekspresi sehingga bisa berkreatifitas. Kalau boleh usul taman taman ada t4 working space dan free tapi pengelolaan profesional. Pasti keren

    ReplyDelete

Terimakasih ya sudah berkunjung dan membaca artikel di blog ini. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui, SPAM dan link hidup otomatis dihapus.