[Review] Film Teman Tapi Menikah 2, Belajar dari Pengalaman Ayu Ditto Pasca Menikah

Wednesday, March 4, 2020 : 15:04
[Review] Film Teman Tapi Menikah 2
[Review] Film Teman Tapi Menikah 2

Nontonnya sih weekend kemarin, tapi baru sempat nulis sekarang hehe... Jadi ini adalah tentang film Teman Tapi Menikah 2 yang udah mulai tayang di bioskop.

Sebuah film menarik yang menceritakan kisah pernikahan dari pasangan Ayudia Bing Slamet dan suaminya Ditto Percussion.

Uhuhuuyy jadi sebuah cara 'belajar' dari pengalaman Ayu Ditto pasca menikah neehh...

Pemain Film Teman Tapi Menikah 2

Sekuel dari film dengan judul yang sama tayang tahun 2018 ini masih diperankan oleh Adipati Dolken.

Tapi Vanessa Prescilla yang dulu memerankan Ayu digantikan oleh Mawar De Jongh.

Adipati Dolken

[Review] Film Teman Tapi Menikah 2
Adipati Dolken

Siapa sih yang nggak kenal artis berlaga 'badboy' ini. Tampangnya udah sliweran di berbagai film nusantara. Honestly, aku suka sama aktingnya... yang mostly menurutku tampil apa adanya seperti diri dia sebenarnya (ah kek kenal aja!) 😆

Ssssttt.... apakah cuma aku yang beranggapan bahwa Adipati 'terlalu ganteng' untuk memerankan tokoh nyatanya? *hushgakbolehbodyshaming!

Sebagai orang awam aku melihat akting Adipati lumayan oke kok. Baik saat dia berakting marah ataupun pas lagi genit ke ayu.

Dalam film ini Adipati yang memerankan sebagai Ditto benar2 diuji kesabarannya karena perubahan hormon saat hamil yang dialami Ayu. Ayu yang kerap mood swing seringkali membuat Ditto marah dan muncullah perdebatan dan pertengkaran di antara mereka.

Mawar De Jongh

[Review] Film Teman Tapi Menikah 2
Mawar De Jongh

Artis cantik yang terlihat 'dewasa' ini ternyata baru berusia 19 tahun loh. Ehehehe... aku jadi ngerasa awet muda🥳

Mawar memerankan Ayu dengan akting yang baik, Ayu yang tak lain sudah bersahabat dengan Ditto selama 14 tahun. Wow!

Mungkin rasanya akan totally berbeda ya kalau kita menikah sama sahabat kita sendiri.

Ayu sempat kecewa karena tahu ternyata dia hamil. Padahal Ayu dan Ditto sudah merancang perjalanan keliling dunia berdua.

Tapi yah namanya anak kan anugerah dari Tuhan, harus diterima dan disyukuri.

Mereka yang belum sepenuhnya siap menjadi orangtua, lambat laun akhirnya tak sabar menanti kehadiran "mas bayi" (panggilan janin mereka).

Sempat dilema antara harus melahirkan normal atau SC. Namun pada akhirnya Ayu berhasil melahirkan secara normal di Bali.

Yaps, Bali menjadi lokasi pilihan mereka untuk melahirkan anak pertama.

Sebut mereka sih karena Bali penuh dengan kenangan mereka berdua. Jadi tempat yang 'bersejarah' atas perjalanan cinta mereka. Meskipun keluarga sempat melarang keputusan mereka.

Btw, konflik yang ada dalam film ini pasti banyak dialami pasangan muda yang baru menikah. Hmmm... aku jadi seperti ada gambaran gimana nanti setelah menikah.

Tapi paling nggak, ada beberapa hal dari film ini yang bisa diambil pelajaran.

Kesiapan menjadi orangtua

Well, dengan memutuskan menikah artinya kita harus telah siap menerima kemungkinan kita menjadi orangtua dalam waktu dekat.

Kalaupun berencana untuk menunda kehamilan, sebaiknya benar2 dipertimbangkan dan konsultasi dengan dokter.

Tapi, menurutku nggak usah ditunda deh, karena akan berdampak nggak baik untuk kondisi rahim istri. Kalau kata orang2 sih itu loh... rahimnya kering.

Memilih metode persalinan

Aku yakin semua wanita pada dasarnya ingin melahirkan bayinya secara normal. Karena katanya saat merasakan perjuangan melahirkan secara normal itulah kita bisa mencapai hakikat sebagai seorang ibu.

Tapi menurutku, semua metode persalinan baik itu melahirkan secara normal, caesar, ataupun water birth semuanya butuh perjuangan yang nggak mudah.

Jadi apapun metode persalinan yang dipilih, tetaplah seorang wanita itu mencapai hakikatnya sebagai seorang ibu.

Kuncinya adalah kita mencari informasi yang selengkap-lengkapnya mengenai metode persalinan yang kita pilih, dan mengkonsultasikannya dengan dokter kandungan.

Saling memahami pasangan

Adegan Ayu dan Ditto yang kerap bertengkar dalam film ini menurutku wajar terjadi dalam kehidupan rumah tangga.

Tapi kalau terus terusan terjadi apalagi kalau kondisinya istri lagi hamil, itu nggak baik. Karena akan mempengaruhi perkembangan janin.

Makanya, ketika memutuskan untuk menikah... kita harus lebih dulu mampu mengelola emosi dan mengenyampingkan ego kita.

Intinya sih saling memahami pasangan, suami harus ngerti gimana sikap dan mood istri yang sedang hamil.

Dan, istri juga harus menghargai semua upaya suami dalam memberikan perhatian lebih kepadanya. (Ngomong depan cermin)

Belajar jadi ibu yang baik

Seperti yang dilakukan Ayu dalam film ini, dimana ia rajin baca buku mengenai parenting dan kehamilan.

Karena mempersiapkan ilmu untuk menjadi ibu itu penting banget.

Apalagi sekarang kita hidup di era digital, cari informasi mudah banget hanya lewat sentuhan jari. Tapi tetep, cari informasi dari sumber yang akurat ya!

Dan, nggak menutup telinga dari nasihat nasihat orangtua kita. Karena pasti semua petuah dari orangtua itu ada kebaikannya buat kita.

Ehmm... apalagi ya pelajaran yang bisa diambil. Ada yang mau nambahin? :)

Back to the Film Teman Tapi Menikah 2, Belajar dari Pengalaman Ayu Ditto Pasca Menikah.

Overall, aku suka film ini. Film dengan cerita yang ringan, renyah, tapi juga syarat pesan untuk para penonton.

Rate : 4,5/5

Segitu aja ya rate nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah. Eheheh....

So, adakah di antara teman-teman yang udah nonton film Teman Tapi Menikah 2 ini juga?

Share this Article

Terimakasih ya sudah berkunjung dan membaca artikel di blog ini. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui, SPAM dan link hidup otomatis dihapus.

10 comments:

  1. makasih reviewnay, belum nonton

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba sama2... bisa jadi referensi utk akhir pekan nih mba nonton film ini hehe

      Delete
  2. Waaaaah, jadi kepo pengen nonton film ini jugaaaa. Kyknya sweet banget kisah sepasang sahabat yang akhirnya nikah. Hehehe.

    Eh, tapi aku belum pernah nonton seri yang pertama. Kalau nonton yang kedua bakalan jadi bingung gak kira-kira, mbak?🤔

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak kok mba. Soalnya ini kayak sekuel independen gitu. Jadi gak akan bingung. Sama kok mba aku juga gak nonton yg film pertama hehe

      Delete
  3. Aku cuma udah pernah nonton film Teman Tapi Menikah aja nih belum nonton film Teman Tapi Menikah 2. Kalau saat ini film Teman Tapi Menikah 2 ini masih tayang nggak sih di bioskop?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah udah gak tayang deh mba kayaknya. Udah agak lama soalnya. Nanti aja tunggu ada di iflix, dkk nya hehehe

      Delete
  4. Pengen nontooonnn, etapi udah ada nggak ya di Hooq atau sejenisnya? :D
    Gimana dong, serem aja kalau mau nonton di bioskop sekarang, kudu nunggu pandemi berakhir.

    Btw, saya suka banget mengamati perjalanan relationship orang lain, karena biasanya ada hikmah atau pelajaran yang bisa diambil, tapi memang sebaiknya nontonnya bareng pasangan kali ya, biar bisa lebih sama-sama mengerti :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, nontonnya sama pasangan biar ikatan emosinya makin erat hehe.

      nah kalau di Hooq aku gak tau deh, mungkin belum ada ya. soalnya di Iflix juga belum ada. tapi tenang aja, paling juga nanti pas lebaran tayang di TV. yah namanya juga film Indonesia haha...

      Delete
  5. Waaaa...saya juga nonton ini, pas awal maret lalu. waktu itu corona belum heboh amat hihi...
    sayangnya saya salah, bawa anak-anak ntn ini, dikirain buat semua umur, ternyataaa
    agak nyesel juga bawa bocah2. walau aslinya isinya oke sih. cuman saya bilang sih ke anak saya lagi...yang diomongin di sana cuman seujung jari masalah pernikahan. aslinya jauh lebih buanyakkkkkk permasalahannya hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha anak umur berapa mba? Duh, takutnya mereka malah takut nanti soal pernikahan haha, tapi bilangin mba itu cuma film, cuma dibuat2. yah meskipun itu sbenarnya kisah nyata ya haha, maksudnya biar gak panik aja mereka

      Delete