Pengalaman Menang Sayembara Puisi

Monday, July 6, 2020 : 10:23
Pengalaman Menang Sayembara Puisi
Pengalaman Menang Sayembara Puisi

Hai, apa kabar hati yang pernah patah? Sudahkah berhasil memaafkan masa lalu yang begitu pilu?

Sebenarnya aku gak begitu puitis, tapi aku penikmat kata-kata indah yang mengalun dan terangkai dalam sebuah puisi.

Sampai akhirnya, aku mencoba menulis puisi untuk konsumsi pribadi saat di bangku sekolah menengah pertama.

Masih menggunakan kata sehari-hari dan minim penggunaan majas meskipun sudah mempelajarinya di sekolah.

Seiring berjalannya waktu, di sela-sela kesibukan aku menulis puisi-puisi yang saat ini entah dimana setiap lembarannya.

Sempat juga hampir menerbitkan buku puisi sendiri, tapi urung sebab satu dan lain hal.

Sampai akhirnya, aku mencoba untuk mengikuti sayembara puisi yang diadakan sebuah penerbit. Dan, inilah tulisan yang akan menceritakan pengalamanku menang sayembara puisi.

Sayembara Puisi Nasional

Pengalaman Menang Sayembara Puisi
Buku Antologi Puisi Judul Bahasa Diam (2018)

Ada sebuah penerbit yang berdomisili di Bekasi namanya Mandala yang saat itu kerap mengadakan sayembara puisi.

Sepertinya sih sampai sekarang juga masih mengadakan sayembara puisi, tapi intensitasnya berkurang.

Jadi, sayembara puisi tersebut diadakan se-nasional dengan tema yang ditentukan oleh penerbit.

Dicari sekitar seratus penulis yang karya puisinya akan dibukukan dalam sebuah buku puisi bersama, atau biasa disebut antologi puisi.

Awalnya sih aku cuma iseng-iseng aja, karena sadar kalau keahlian berpuisiku masih jauh dari kata sempurna.

Dan benar aja kan... gak lolos dong karya puisi pertama yang aku kirim ke penerbit tersebut. Huhu...

Tapi, tak mengurungkan semangat aku untuk mencobanya lagi.

Sampai akhirnya di bulan November 2018, satu karyaku yang berjudul “Kukemas Dalam Diam” masuk dalam deretan puisi terpilih yang dibukukan dalam antologi puisi berjudul “Bahasa Diam”.

Gak nyangka banget sih, karena aku pikir puisi yang aku tulis gak begitu bagus. Tapi ternyata berhasil mencuri perhatian dewan juri.

Setelah dinyatakan masuk dalam karya puisi pilihan, aku mendapat sertifikat sebagai “Penulis Terpilih” dan sovenir menarik dari penerbit.

Dari situ, aku jadi ketagihan dong untuk ikut lagi ajang sayembara puisi selanjutnya.

Btw, penerbit Mandala saat itu kerap mengadakan ajang sayembara puisi. Kalau gak salah, ada 2 atau 3 kali dalam sebulan.

Jadi waktu itu aku merasa ada banyak kesempatan untuk mencoba ikut ajang tersebut.

Tapi tantangannya, setiap sayembara puisi kita akan disuguhkan tema yang berbeda-beda. Jadi, puisi yang kita tulis harus berdasarkan tema tersebut.

Oya, kabar baiknya. Sayembara puisi yang aku ikuti gak berbayar alias gratis.

Yah, aku sadar sih ini adalah teknik marketing dari penerbit. Tapi, ini juga jadi ajang adu bakat aku untuk berpuisi, dan bonusnya karya puisi aku dibukukan bersama penulis-penulis terpilih lainnya.

Ketagihan Ikut Sayembara Puisi

Pengalaman Menang Sayembara Puisi
Buku Antologi Puisi Judul Aksara Nostalgia (2018)

Setelah satu kali menang sayembara puisi, aku terus coba kirim puisi tiap kali penerbit Mandala mengadakan sayembara.

Akhirnya di November 2018 pekan akhir puisiku lolos lagi dan aku dinyatakan sebagai penulis terpilih.

Saat itu tema sayembara puisinya adalah “Nostalgia”. Dan puisiku yang terpilih berjudul “Aku Hanya Tamu”.

Pada Desember 2018, penerbit Mandala lagi-lagi bikin ajang sayembara puisi. Tapi sayangnya, ajang pekan pertama puisiku gak terpilih.

Sempat mau udahan dan gak kirim-kirim puisi lagi, tapi aku pikir sayang banget. Ajang ini kan gratis, dan lagian tiap bulan ada, jadi apa salahnya cuma bikin puisi dan kirim lewat email.

Dan, memanglah proses tak mengkhianati hasil ya. Desember pekan akhir pusiku yang berjudul “Semesta Tak Berpihak” masuk kategori dan berhak dibukukan.

Pengalaman Menang Sayembara Puisi
Buku Antologi Puisi Judul Semesta Berpuisi (2019)

Dari beberapa puisiku yang berhasil masuk dalam buku antologi, puisi yang satu ini sih yang jadi favoritku. Hehe...

Memang benar ya, kita bisa mendadak puitis saat patah hati. Uuppsss...

Puisi keempat yang menang dalam sayembara berjudul “Rinduku Melangit”, tepatnya terbit pada Juni 2019.

Pengalaman Menang Sayembara Puisi
Buku Antologi Puisi Judul Melangit Bersama Patah Hati (2019)

Setelah buku keempat terbit, aku sempat kirim satu puisi lagi di ajang sayembara berikutnya. Tapi sayangnya, lagi-lagi gagal memikat perhatian dewan juri.

Hingga saat ini, aku belum coba lagi ikut sayembara puisi sejenis. Karena kesibukan pekerjaan ini dan pekerjaan itu. Hehe... ditambah, lagi gemar-gemarnya merawat blog baru.

Dalam tulisan ini aku akan menunjukkan ke teman-teman semua puisi-puisiku yang menang sayembara.

Butuh digaris bawahi, puisi dinilai dari perasaan masing-masing orang. Puisi yang menurut seseorang bagus, mungkin aja terdengar biasa aja pada orang lain.

Bahasa Diam

Pengalaman Menang Sayembara Puisi
Kukemas Dalam Diam

Aksara Nostalgia

Pengalaman Menang Sayembara Puisi
Aku Hanya Tamu

Semesta Tak Berpihak

Pengalaman Menang Sayembara Puisi
Semesta Tak Berpihak

Melangit bersama Patah Hati

Pengalaman Menang Sayembara Puisi
Rinduku Melangit

Tips Mengikuti Sayembara Puisi

Sebenarnya gak ada tips khusus untuk ikutan sayembara puisi. Kunci utama untuk bisa menang sayembara adalah pantang menyerah. 

Selain itu, beberapa tips di bawah ini semoga bisa jadi bekal kamu untuk ikutan sayembara puisi.
  • Update jadwal sayembara puisi dari berbagai sumber
  • Cermati serta patuhi syarat dan ketentuan ajang sayembara puisi
  • Belajar dari puisi karya orang lain
  • Terus berlatih menulis puisi
  • Minta pendapat dari yang ahli
Aku memang belum punya buku puisi solo, tapi memiliki empat buku puisi antologi sangat menghibur dan bikin hepi. Berkat pengalaman menang sayembara puisi. Hehehe....








Share this Article

13 comments:

  1. Dan aku terinspirasi jadi ikutan juga heheg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan ternyata menang berkali2 juga kan? Congrats ya! :)

      Delete
  2. Kereeeen!!! Aku lagi banyak nunggu pengumuman ini, semoga bisa lolos (semuanya), aamiin, hihi..

    ReplyDelete
  3. Waaa kereeenn. Sebagai orang yang paling ngga bisa bikin dan menikmati puisi aku hanya bisa bilang selamat dan sukses yaaa. Otw belajar puisi juga aaahh

    ReplyDelete
  4. Keren deh udah lebih dari 3x menang lomba. Puisinya simpepl tapi dalam banget aku juga suka bacanya walaupun ga ngerti dunia puisi ini. Selamat yam mba.

    ReplyDelete
  5. Selamat ya kak😍 aku ikut senang puisinya pun sangat bagus. Dan diantara semua puisi tulisan kakak itu yang paling keren adalah "Aku Hanya Tamu" suka suka sangat.

    ReplyDelete
  6. Ya ampun masyaAllah keren mbak putri ini tau strength nya ya..hihi aku turut berdoa mbak sukses di bidang puisi ini deh. Mulai dr suka ngepost musikalisasi puisinya, terbukti nih dengan karyanya bs dibukukan gini.

    ReplyDelete
  7. two thumbs up untuk kegigihan kak putri yang layak aku tiru yang berkalikali gagal nih, hehe. aku lagi ada di point males ikutan karna gagal terus, lalu kupikir, ah bukan ladangku mungkin bikin puisi begini walo bener kata kakak, puisi itu terasa indah saat patah hati, hehehe.

    ReplyDelete
  8. Mantep banget kak putri, ini kayanya puisi puisinya sebagian ada yang buat calonnya nih. Eaaaa

    ReplyDelete
  9. Wah kereeen, saya baru sekali ikut lomba puisi yg menang dan dibukukan. Biasanya kalah terus. Cocoknya tulisan saya tuh di cerpen atau artikel. Biasanya menangnya disitu haha. Sukses selalu ya mbaa

    ReplyDelete
  10. Wah keren sekali kak. Semangat terus berkarya yah. Hebat bisa diterbitkan puisi-puisinya. Kalau karya saya masih mendekam di blog khusus puisi hehe

    ReplyDelete

Terimakasih ya sudah berkunjung dan membaca artikel di blog ini. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui, SPAM dan link hidup otomatis dihapus.