Tuhan, Kenapa Aku Dilahirkan Seperti Ini?

Thursday, August 6, 2020 : 10:13
Tuhan Kenapa Aku Dilahirkan Seperti Ini
Tuhan, Kenapa Aku Dilahirkan Seperti Ini?

Mungkin banyak pertanyaan yang ingin kita tanyakan kepada Tuhan, dan mungkin saja ada banyak manusia di muka bumi ini yang juga mengajukan pertanyaan seperti di judul.

“Tuhan, kenapa aku dilahirkan seperti ini?”

“Kenapa aku dilahirkan jelek?, kenapa aku bodoh?, kenapa aku miskin?, kenapa aku pendek?,” dan mungkin masih banyak pertanyaan kenapa-kenapa lainnya.

Bagi orang yang tak mensyukuri hidupnya, bisa jadi pertanyaannya akan lebih banyak lagi. Tapi, apakah kita pikir orang seperti itu benar-benar tidak mensyukuri hidupnya?

Bisa jadi, mereka telah mensyukuri atas segala yang mereka miliki. Tetapi, orang di sekitar mereka lah yang mendorong pada akhirnya timbul insecure dan kufur nikmat tersebut.

Tuhan, kenapa aku dilahirkan seperti ini?

Honestly, pertanyaan ini juga pernah terlintas dalam pikiranku.

Sebagai manusia biasa dengan iman naik dan turun, kadang aku bertanya-tanya apa alasan Tuhan menciptakan aku seperti ini?

Kenapa wajahku tidak secantik wanita lain? Kenapa tubuhku tidak sebagus wanita lain? Kenapa aku tidak sepintar orang lain? Kenapa aku tidak sekaya orang lain?

Tapi, seketika itu pula aku istighfar dan kembali mengucap hamdalah karena pada kenyataannya aku masih lebih baik dibanding orang di luar sana.

Entah siapa, tapi mungkin kamu juga pernah merasakan ini? Merasa paling buruk di dunia, tapi saat kamu melihat orang di luar sana. Ternyata ada begitu banyak nikmat Tuhan yang sepatutnya kamu syukuri.

Pastinya, Tuhan memiliki alasan mengapa Ia menciptakan aku seperti ini, menciptakan kamu seperti itu, menciptakan mereka seperti itu.

Bisa saja, jika Tuhan menciptakan aku dengan paras yang begitu cantik. Maka, aku akan sombong dan terus membangga-banggakan keelokan rupaku. Bisa saja, paras cantik itu akan mencelakakanku akibat perbuatan orang jahat.

Bisa saja, jika Tuhan menciptakan aku dengan harta yang berlimpah. Maka, aku tidak dapat mempertanggung jawabkannya di akhirat nanti. Bisa saja, Tuhan khawatir aku akan menggunakan harta itu untuk kemaksiatan.

Pada akhirnya, yang dapat kita lakukan adalah ikhlas. Ikhlas dengan keadaan ini, ikhlas dengan apa yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita.

Ada begitu banyak nikmat Tuhan yang tak habis-habisnya dapat kita syukuri, ketimbang mengeluh atas kekurangan yang kita punya.

Tak sebanding. Ya! Nikmat Tuhan tak sebanding dengan kekurangan kita.

Cobalah kita hitung ada berapa nikmat Tuhan yang kita dapat dalam satu hari?

Hari ini kita masih hidup, tubuh kita sehat sehingga dapat beraktivitas, kita masih bisa berbicara dengan lancar, mata kita masih bisa melihat dengan jelas, telinga kita masih bisa mendengar dengan baik.

Kita masih bisa tersenyum dan menyapa orang lain, lidah kita masih bisa merasakan lezatnya makanan, dan lain sebagainya. Nikmat Tuhan memang tak terhitung!

Tuhan Maha Baik. Lalu, kita masih sibuk bertanya kenapa Tuhan menciptakan kita dengan kekurangan?

Jawabannya, ya karena kita adalah manusia. Tidak ada manusia sempurna, bukan?

Tapi, kita bisa berusaha untuk menutupi kekurangan kita dan menunjukkan kelebihan kita. Karena pada dasarnya semua orang pasti punya kelebihan.

Hanya saja terkadang kita lebih fokus pada kekurangan, sehingga kita tidak menyadari akan kelebihan kita.

Jadi, untuk kamu yang juga memiliki pertanyaan yang sama denganku. Ayo, bangkit! Coba kita lakukan beberapa hal di bawah ini.

Artikel ini diikutsertakan minggu tema komunitas Indonesian Content Creator.

Stop Insecure, Ayo Bangkit!

Tuhan Kenapa Aku Dilahirkan Seperti Ini
Stop Insecure, Ayo Bangkit!

Bagi kamu yang juga galau dengan kehidupanmu, ini bukan saatnya untuk terus meratapi nasib. Tapi, saatnya untuk bangkit supaya jadi manusia yang lebih baik.

  • Ikhlas dan Mensyukuri Hidup

Memang terdengar klasik, tapi inilah langkah awal yang HARUS kita lakukan untuk jadi manusia yang lebih baik lagi.

Ikhlas, terimalah keadaan kita dan syukurilah hidup ini. Ingat, Tuhan Maha Baik. Ia menciptakan kita lengkap antara kekurangan dan kelebihan.

  • Menggali Potensi Diri

Semua orang memiliki potensinya masing-masing, ada yang dilahirkan dengan suara merdu. Ada yang pandai melukis, ada yang memiliki daya ingat tinggi, ada yang mampu berhitung dengan baik. Semua itu potensi yang bisa dikembangkan.

  • Menambah Wawasan

Sadar kalau kita kurang baik dalam hal akademis, bukan berarti kita harus pasrah begitu saja. Kita bisa menambah wawasan supaya kita jadi banyak tahu. Dengan begitu pikiran kita akan terbuka dan pastinya jadi lebih baik dari kita sebelumnya, kan?

  • Memperbaiki Penampilan

“Udah dibilang, aku tuh jelek dari lahir. Trus mau diapain lagi?”

 Jika yang membuat kita minder adalah paras yang biasa-biasa saja, kita bisa memperbaiki penampilan kita supaya tetap terlihat menarik.

Kenakan pakaian yang nyaman, yang indah dipandang. Kamu pasti pernah lihat kan orang yang wajahnya biasa saja tapi terlihat menarik karena ia tahu cara berpenampilan yang baik dan tepat?

  • Memperluas Pergaulan

Terkadang, yang membuat kita banyak minder karena kita tidak punya cukup banyak teman. Dengan memperluas pergaulan kita jadi kenal banyak orang dengan karakter yang berbeda-beda.

Jadi, cobalah menjadi pribadi yang ramah, berpenampilan menarik, punya wawasan luas, sehingga bisa dengan mudah mendapat teman dan bertukar pikiran dengan orang lain.

Dengan begitu pikiran kita akan terbuka dan tidak lagi terus fokus pada kekurangan yang kita miliki.

Kesimpulan

Kita semua diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, Tuhan punya alasannya. Namun, yang terpenting kita lakukan adalah menerima dan mensyukurinya. Jadi, sudahlah tidak usah lagi bertanya “Tuhan kenapa aku dilahirkan seperti ini?”. Tapi, coba ganti dengan pertanyaan, “Bagaimana cara saya memaksimalkan semua pemberian Tuhan ini?”.

 


Share this Article

18 comments:

  1. Yaess. Sepakat banget. Kita harus bersyukur dengan keadaan apapun yang telah Tuhan berikan. Kita tidak bisa memilih mau dilahirkan jadi pendek atau tinggi, lahir dari anak orang kaya atau miskin, bahkan mau lahir di Indonesia atau bukan itu jg tak bisa dipilih. Terlepas itu semua, mari kita maksimalkan potensi apa yang ada :)

    ReplyDelete
  2. Setuju mbak. Kadang emang ngerasa insecure, tapi balik lagi ke kenikmatan yang sudah diberikan. Harus bersyukur

    ReplyDelete
  3. Setuju sekali... Manusia diciptakan berbeda dengan talen yang berbeda juga. Mari mengembangkan diri sebaik mungkin berdasarkan kemampuan kita.

    ReplyDelete
  4. bener banget sih! dulu jaman2 kuliah sering banget ngebandingin diri sama anak anak kuliahan yang lain. tapi, se-iring berjalannya waktu dan udah dewasa. wah, bersyukur banget punya hidup yang kayak gini! terima kasih sudah berbagi pikirannya kak xD

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah memang manusia ngga ada habisnya kalo dituruti keinginannya yaa. Selalu ada yg kurang. Selalu ada yg bikin ngga bahagia. Padahal bahagia itu dekat, ada pada tiap hati yang bersyukur

    ReplyDelete
  6. Poin-poinnya suka banget dan kerasa banget buat aku yg kadang suka insecure nih mbak put.

    Di usia menjelang kepala 3 masih juga kadang merasa begitu. Tp skrg masih mending sih, berkat pergaulan dan wawasan kayaknya nih. Hihi. Kamu mempermasalahkan itu bisa jadi pola pikirmu yg bermasalah, pdhl aslinya kamu memiliki kelebihan. Wiiih.

    Thanks for sharing yaaa mbak put.. 🤗

    ReplyDelete
  7. Intinya memang harus bersyukur, ya, Mbak. Menutupi kekurangan bukan berarti karena malu, melainkan sebagai bentuk upaya memberikan yang terbaik sebagai wujud syukur.

    ReplyDelete
  8. Sepakaaat. Pada dasarnya kita memang harus lebih banyak bersyukur, namun memang tidak mudah tapi bisa dilakukan jika mau

    ReplyDelete
  9. Tips2 diatas bs kita coba unt kenali diri sendiri dgn begitu kita akan selalu bersyukur

    ReplyDelete
  10. Setuju bgt ini mba, remider bgt kdg suka ngeluh ini itu, padahal Allah dah kaish byk nikmat yg tak terhingga ya

    ReplyDelete
  11. Paling seneng baca renungan kaya gini. Jadi bisa nyadarin diri sendiri untuk selalu bersyukur dengan apa yang sudah kita punya.

    ReplyDelete
  12. Aku pun pernah berkata demikian kak pas Jaman aku masih bocah. Sering meratapi gitu. Tapi sekarang enggak lagi dongdong.😊

    ReplyDelete
  13. Salam kenal ya mba. Kalau berkenan followback. Biar makin akrab 😊

    ReplyDelete
  14. semenjak nikah aku insecure loh sama diri sendiri. tenggelam aja sama dunia kampus, jarang menyapa teman2 lama. sampai pada akhirnya memupuk rasa syukur dan sabar melihat yang jauh lebih di bawah dibanding kita...dan bergandeng tangan dengan org yang tepat. ah well noted mbak put, makasih ya remindernya

    ReplyDelete
  15. dear kak putri,
    ibarat rumput tetangga lebih ijo dari rumput sendiri, seperti itu kali ya.
    terkesan tidak adil memang, tapi semua orang udah punya peran nya masing-masing , udah ada porsi nya dan tempatnya.

    apapun peran kita di sini, ibalannya sama...surga atau neraka.

    emang sih ya, wajar aja kalo kita iri sama kecantikan nya song hye kyo ato rose nya blekping...atu yuki-nya g(idle)... cantik parah dan berbakat emang sih ya, tapi saya yakin, kita juga punya kelebihan yang gak kalah hebat dari mereka.

    semangat kak (^__^)

    salam hangat,
    eka artjoka

    ReplyDelete
  16. Yang kadang bikin bingung itu adalah... Kapan memperbaiki dan kapan membiarkan apa adanya sebagai wujud syukur. Soal penampilan, misalnya. Jika nyaman dengan penampilan dengan warna yang netral atau gelap, yang mungkin tidak menarik di mata sebagian orang, apakah kita perlu menyenangkan orang lain ya. Sepertinya asal dalam batasan selama tetap menghargai orang lain dan tidak mengganggu, ya. Misalnya ketika diundang acara tertentu, tetap perlu berpenampilan yang menghormati pengundang tanpa melanggar prinsip kita. Atau meski suara kita dari sananya nyaring, tetap ya bisa menyesuaikan diri dengan acara.

    ReplyDelete
  17. Ini nyentil aku banget wkwkwk. Terkadang untuk membesarkan hati sendiri kenapa tidak dilahirkan cantik bakal bilang "begini saja banyak yang suka, bahaya kalau cantik" wkwkw. Nanti repot haha.

    Sombong banget yak wkkw.

    Hehe intinya bener sih. Kita pasti memiliki kelebihan masing-masing. Tinggal gali potensi diri saja

    ReplyDelete
  18. beberapa orang memang masih suka ngerasa insecure ya, termasuk aku, huhu..

    ReplyDelete

Terimakasih ya sudah berkunjung dan membaca artikel di blog ini. Komentar kamu akan muncul setelah disetujui, SPAM dan link hidup otomatis dihapus.